Namun, ketika dia pergi bagaimana rasanya???
Ada banyak jawaban untuk pertanyaan ini,. Semua tergantung dari kondi si cinta saat dia pergi,.
Jika dia pergi dalam keadaan baik, mungkin yang di tinggalkan pun akan tetap memiliki hubungan baik. Dan saat dia pergi dalam keadaan buruk dan sebab yang buruk, mungkin akan menjadi pengalaman buruk dan kisah yang tak mau untuk di kenang.
Di sinilah mungkin terjadi kesalahan dari kita, seburuk apa pun cinta, dia adalah anugrah dari tuhan dan tak sepantasnya kita berfikir negative padanya, walau mungin kita pernah memiliki kisah buruk dengan cinta.
Mungkin saat kita mencinta orang lain, dan ternyata dia menghianati cinta tulus dari kita, bukan berarti itu penggalaman buruk yang harus dan boleh dilupakan.
Dia tetaplah cinta dan ingatlah, cinta berasal dari tuhan, dia adalah anugrah terindah yang telah diberikan TUHAN untuk kita.
Memang bukan hal mudah menerima kenyataan bahwa orang yang kita cinta ternyata mempermainkan cinta kita. Tapi semua pasti ada hikmahnya, dan jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi. Fikirkan segala hal baik yang dia bawa buat kita, walau mungkin dengan cara yang sedikit menyakitkan.
Seperti obat, bukankah obat itu ada yang manis dan ada juga yang pahit???
Namun, coba kita fikirkan lagi, apakah obat yang pahit itu tidak bisa menyembuhkan kita??
Dia juga bermanfaat untuk menyembuhkan namun dengan rasa yang pahit. Dan belum tentu obat yang manis itu lebih mujarab menyembuhkan penyakit kita kan??
Begitu juga dengan cinta, jangan melupakan kisah yang mungkin pahit karena bagaimanapun, dia juga kita butuhkan.Dengan merasakan pahit kita akan lebih mensyukuri rasa manis. Dan jangan menilai semua obat pahit karena ada juga cinta yang manis.
Tersenyumlah saat cinta tersenyum pada mu dan menangislah saat cinta pergi darimu tapi jangan pernah kau lupakan cinta dan kisah yang telah dia bawanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar